Asal Usul Nama Pulau Bawean

Asal Usul Nama Pulau Bawean

Bawean sebenarnya adalah kata yang berasal dari bahasa Sanksekerta yang berarti terdapat sinar terang atau sinar matahari. Banyak orang dulu yang mengatakan pada tahun 1350an, sekolompok pasukan laut dari Kerajaan Majapahit terjebak badai laut yang begitu dahsyat di Tengah Laut Jawa. Karena peristiwa tersebut akhirnya mereka terdampar di sebuah Pulau (Pulau Bawean) bertepatan saat sore hari dan cahanya sangat terang, tentu saja karena sinar matahari terbit.
Diameter keseluruhan Pulau Bawean tersebut kira-kira sekitar 12 kilometer. Sedangkan pesisir pantai yang melingkari pulau tersebut sekitar 70-0 kilometer. Jika Anda ingin iseng berjalan-jalan ke Pulau Bawean, Anda akan membutuhkan waktu 5-6 jam untuk mengelilinginya itu pun jika Anda mau bersusah-susah. Tapi jangan khawatir sekarang di Pulau itu sudah banyak motor dan Anda bisa mengunakanya, jika mengunakan motor mngkin butu waktu sekitar 2 jam-an.
Bawean juga di kenal sebagai pulau yang di dalamnya terdapat sebuah danau yang amat indah yang sekarang di kenal sebagai Danau Katsoba. Perlu Anda tahu juga, Pulau Bawean juga mempunyai batu yang khas namanya adalah batu onyx. Sejenis batuan marmer yang cukup mahal harganya jika di pasaran karena batu tersebut bisa di jadikan hiasan cantik atau bisa juga di jadikan lantai rumah.
Masih banyak yang khas dari Pulau Bawean, salah satunya adalah “buah merah” tapi sebenarnya itu cuman sebutan bagi penduduk sekitar. Buah ini juga sangat berbeda dengan buah merah yang sering kita dengar yang berada di Papua, bentuknya bulat lonjong hampir mirip dengan apel rasanya yang khas juga membuat buah ini makin di cari.
Penduduk laki-laki Pulau Bawean banyak juga yang merantau ke luar negeri seperti di negara Singapura dan Malaysia, kebanyakan warga yang merantau lebih suka menyebut diri mereka sebagai orang boyan. Sunguh Pulau yang unik dan sangat kaya akan budaya, apakah Anda ingin berlibur ke Pulau Bawean untuk mengurangi stess?

Artikel Lainya...

Sitemap