Tampilkan postingan dengan label rebutan kaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rebutan kaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Januari 2001

Rebutan Kaya Karena Piala Dunia

Berlomba Kaya dari Piala Dunia

Kesibukan Putri Anisa menjelang Piala Dunia meningkat. Ibu dua anak ini menerima semakin banyak pesanan membuat kaus. "Ada kafe yang memesan kaus bertema tim nasional Jerman dan Brasil untuk karyawannya," kata perempuan 27 tahun ini. Padahal sehari-hari ibu rumah tangga ini hanya membuat kaus lucu untuk anak-anak. "Lumayanlah, rezeki Piala Dunia," ujar perempuan berjilbab ini.
Rezeki Piala Dunia tak semata dinikmati Putri. Entitas bisnis berbagai level menenggak nikmatnya bisnis dari perhelatan pesta sepak bola terbesar di planet bumi ini. Mereka antara lain pedagang jadwal Piala Dunia di persimpangan jalan raya, pedagang kaus tim nasional di Tanah Abang, hingga perusahaan raksasa sekelas PT Electronic City Entertainment (ECE) dan PT Rajawali Citra Televisi Indonesia.
PT Electronic City Entertainment adalah perusahaan yang memegang lisensi resmi penyiaran Piala Dunia di Indonesia. Ini pertama kalinya perusahaan nonpenyiaran berhasil memperoleh lisensi. Sebelumnya, Piala Dunia 2006 dibeli SCTV, 2002 dipegang RCTI, dan pada 1998 oleh RCTI dan SCTV. "Kami sudah lama mengincar lisensi penyiaran Piala Dunia," ujar Direktur Komersial ECE, Fery Wiraatmadja.

Artikel Lainya...

Sitemap